Menu

Mode Gelap
Jaga Stabilitas Daerah, Polda Kepri Pastikan Perayaan May Day 2026 Berjalan Aman dan Kondusif Aksi Batam Bersih hingga Saling Berbagi di Peringatan May Day 2026, Amsakar-Li Claudia Beri Apresiasi May Day dengan Gerakan Peduli Lingkungan, LEM SPSI Kepri dan Batam Kumpulkan 60 Ton Sampah Diangkut dari TPS Liar Dari Aktivis Pekerja Ke Menteri, Ini Profil Jumhur Hidayat, Ketum KSPSI yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri LH Rayakan Mayday 2026, Ribuan Pekerja Batam Akan Turun di Dataran Engku Putri Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat

Headline

Dari Aktivis Pekerja Ke Menteri, Ini Profil Jumhur Hidayat, Ketum KSPSI yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri LH

badge-check


					Dari Aktivis Pekerja Ke Menteri, Ini Profil Jumhur Hidayat, Ketum KSPSI yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri LH Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik menteri lingkungan hidup sekaligus kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang baru, yakni tokoh buruh Jumhur Hidayat, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.

 

Pelantikan Jumhur berlangsung pada Senin (27/4/2026) di Istana Negara, Jakarta Pusat, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 P tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

 

Dalam prosesi tersebut, Jumhur mengucapkan sumpah jabatan yang terlebih dahulu dibacakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

 

“Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Prabowo yang kemudian diikuti oleh Jumhur.

 

“Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” lanjutnya.

 

Profil Jumhur Hidayat

 

Dihimpun dari berbag sumber, Moh Jumhur Hidayat, yang akrab disapa Jumhur, lahir di Bandung pada Februari 1968. Sejak masa mudanya, ia telah menunjukkan ketertarikan besar terhadap isu sosial dan politik.

 

Saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumhur dikenal sebagai salah satu tokoh aktivis mahasiswa. Ia aktif memprakarsai dan memimpin berbagai aksi demonstrasi yang menentang rezim militer Indonesia.

 

Akibat keterlibatannya dalam aksi menentang kebijakan pemerintah yang dinilai tidak adil, termasuk perampasan tanah milik petani kecil, pada tahun 1989 ia dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun.

 

Setelah bebas pada tahun 1992, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Nasional dengan mengambil jurusan teknik fisika. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut hingga meraih gelar magister sosiologi dari Universitas Indonesia pada tahun 2013.

 

Perjuangan Jumhur Hidayat tidak hanya terbatas di dalam negeri. Ia juga terlibat dalam aksi solidaritas internasional.

 

Pada Juni 1989, ia ikut serta dalam demonstrasi mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan damai mahasiswa di Tiongkok yang dikenal sebagai Tragedi Tiananmen. Selain itu, ia bersama aktivis lain juga melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Myanmar sebagai bentuk protes terhadap tindakan represif rezim militer terhadap mahasiswa.

 

Keterlibatan ini menunjukkan konsistensinya dalam memperjuangkan nilai demokrasi dan keadilan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global.

 

Kiprah di Dunia Buruh dan Organisasi

 

Setelah melalui berbagai fase perjuangan, Jumhur Hidayat melanjutkan aktivitasnya dengan bergabung dalam sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada pemberdayaan usaha mikro dan kecil.

 

Ia juga mendirikan organisasi buruh dan saat ini memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), yang merupakan salah satu organisasi buruh terbesar dan tertua di Indonesia.

 

Pada tahun 2020, ia secara tegas menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh dan masyarakat adat. Sikap kritis tersebut membuatnya kembali berhadapan dengan hukum dan dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan.

 

Karier di Pemerintahan

 

Dedikasi Jumhur Hidayat dalam memperjuangkan hak pekerja membawanya dipercaya untuk menduduki jabatan strategis.

 

Pada tahun 2007, ia diangkat sebagai kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), yang kini dikenal sebagai BP2MI. Lembaga ini berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.

 

Salah satu tugas utama lembaga tersebut adalah melindungi tenaga kerja Indonesia di luar negeri serta memberantas praktik perdagangan manusia. Selain aktif sebagai aktivis dan pejabat publik, Jumhur Hidayat juga dikenal sebagai penulis.

 

Ia telah menghasilkan sejumlah buku, di antaranya Jujur Terhadap Habibie (1999), Surat-Surat dari Penjara (2000), Manifesto Kekuatan Ketiga (2002), serta Menggugat Rezim Anti Demokrasi yang merupakan pembelaannya di pengadilan. Karya terbarunya berjudul Bumiputera Menggugat (2022), sementara buku Pikiran-Pikiran dari Penjara masih dalam proses penerbitan.

 

Profil Jumhur Hidayat menunjukkan perjalanan panjang seorang aktivis yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial, hak buruh, serta demokrasi. Dari dunia mahasiswa hingga panggung internasional dan pemerintahan, kontribusinya mencerminkan komitmen yang kuat terhadap perubahan.

 

 

Sumber: beritasatu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jaga Stabilitas Daerah, Polda Kepri Pastikan Perayaan May Day 2026 Berjalan Aman dan Kondusif

2 Mei 2026 - 00:40 WIB

Aksi Batam Bersih hingga Saling Berbagi di Peringatan May Day 2026, Amsakar-Li Claudia Beri Apresiasi

2 Mei 2026 - 00:38 WIB

May Day dengan Gerakan Peduli Lingkungan, LEM SPSI Kepri dan Batam Kumpulkan 60 Ton Sampah Diangkut dari TPS Liar

2 Mei 2026 - 00:36 WIB

Rayakan Mayday 2026, Ribuan Pekerja Batam Akan Turun di Dataran Engku Putri

2 Mei 2026 - 00:29 WIB

Di Novel Buya Hamka, A Fuadi Angkat Kisah Hamka dengan Bung Karno dan Haji Rasul

13 Desember 2021 - 07:18 WIB

A. Fuadi, dan Donny Damara di peluncuran buku Buya Hamka. Foto: Alexander Vito Edward Kukuh/kumparan
Trending di Entertainment